Cahayamu berguna bagi sekitarmu
Matius 5:14
"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi"
-Sebuah cerita sederhana mengenai perbuatan baik
Sebuah lilin yang dinyalakan, kemudian diletakkan di tempat yang gelap akan menghasilkan sebuah cahaya yang begitu terang sehingga cahaya tersebut dapat berdampak kepada sekitarnya yang membuat sekitarnya tidak akan menjadi gelap lagi, akan tetapi akan mendapat terang, sehingga apapun yang ada disekitar itu yang tadinya tidak nampak sama sekali, langsung nampak dengan adanya terang yang dihasilkan oleh cahaya lilin itu.
Terang merupakan sebuah kata sifat yang berarti dapat memberikan sebuah dampak bagi sekitarnya, terang dapat bersifat menerangi, memberi cahaya, memberi semangat untuk melewati sebuah jalan yang begitu gelap, dengan adanya terang maka segala sesuatu tempat yang gelap akan dapat dilalui dan ditempati karena tempat itu telah berisi terang dari sebuah benda yang menghasilkan terang maupun cahaya. Sangat mudah untuk ditemui bahwa benda-benda yang menghasilkan cahaya itu sungguh banyak jenisnya dan begitu juga bentukannya. Di dalam kehidupan sehari-hari benda yang paling utama dapat kita jumpai yang mampu menghasilkan cahaya yaitu Matahari, dengan cahaya matahari maka seluruh permukaan bumi akan dapat merasakan terang yang dari matahari, sehingga tidak ada satupun tempat ini akan merasakan kegelapan setiap harinya. Bahkan, di tengah malam pun manusia akan merasakan bagaimana bulan dapat memberikan terangnya kepada bumi, supaya waktu malam sekalipun tidak ada waktu manusia untuk merasakan kegelapan di dalam hidupnya.
Matius 5:14 ini merupakan sebuah nats yang menjadi bagian dan lanjutan dari khotbah Yesus di bukit. Khotbah ini berisikan ucapan berbahagia yang diberikan kepada para jemaat. Ucapan berbahagia begitu banyak ditemukan di dalam nats ini. Matius 5: 1-12 membahas mengenai ucapan bahagia sedangkan pada ayat yang 13-14 berbicara mengenai Garam dan Terang Dunia, dimana dimaksudkan sebagai seorang yang layaknya sebagai sebuah garam memberikan rasa kepada sebuah masakan sehingga masakan itu memiliki rasa yang pas di mulut seorang yang dilanjutkan dengan sebuah lilin yang mampu memberikan cahaya kepada sekitarnya untuk selalu memberikan dampak yang baik, sehingga selalu menampakkan kebaikan di dalam hidupnya masing-masing.
Mengenai kebaikan, setiap orang tentunya dituntut untuk berbuat baik, atau setidaknya pernah melakukan sebuah kebaikan di dalam hidupnya masing-masing. Akan tetapi, dari perbuatan baik yang telah dilakukan apakah itu semua telah diterima oleh setiap orang? Tentu setiap orang akan selalu menganggap orang lain tidak berguna, akan menganggap yang kecil tetap kecil sehingga apapu yang telah dilakukan orang kecil akan selalu salah di mata orang lain, juga orang pada umumnya akan selalu melihat hal yang salah dari setiap diri manusia. Namun, walaupun demikian, hal tersebut bukanlah sebuah alasan bagi setiap orang berhenti untuk berbuat kebaikan di dalam dirinya masing-masing. Kita sebagai sebuah ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah haruslah mampu untuk menunjukkan kasih di setiap langkah hidup kita setiap harinya, supaya orang lain tetap merasakan setiap kasih tersebut.
Kita tidak akan pernah mampu melihat sebuah rumah yang berada di pegunungan yang gelap apabila kita tidak menggunakan sebuah pelihat atau cahaya, akan tetapi ketika kita mempergunakan berbagai alat yang mampu berguna untuk memberikan cahaya dan terang untuk sekitar maka kita akan mampu melihat rumah tersebut bahkan di tempat gelap sekalipun. Dalam hal ini kita sebagai manusia sendiri diajak untuk selalu menunjukkan pelita kita dalam bentuk segala perbuatan baik yang kita perbuat untuk semua orang, supaya semua orang mampu melihat perbuatan baik itu dan hendaklah kita memuliakan Bapa yang di sorga, dan kiranya setiap cahaya itu selalu hadir di dalam kehidupan kita semua.



Comments
Post a Comment
Terima kasih sudah singgah walaupun sebentar.